Rabu, 13 Juni 2018

Tepian Kata Tak Berbatas #4

Hai.. Hatiku.. Maafkan aku kembali membuat guratan luka kepadamu. Maafkan aku tak pernah mendengar kata-katamu. Maafkan aku yang selalu menaruh rasaku kepada orang yang salah. Maafkan aku yang tidak bisa menahan gemuruh kecewa menyebabkan luka kepadamu.

Hatiku.. Terima kasih karena masih mau membimbingku. Mengobati lukamu dengan rasa kasih yang Allah Subhana Wata'ala berikan. Terima kasih selalu membuat aku tegar. Terima kasih bertahan dalam kondisi jiwaku yang bergejolak.

Hai..logikaku.. Maafkan aku yang memiliki cinta tak sama dengan orang umumnya. Logika maafkan aku yang terus memaksamu mengikuti perintahku dan mengenyampingkan saran baikmu. Maaf jika kamu dan hati taknlelah berdiskusi demi kebaikanku. Logika terima kasih telah mengajak ku pada sebuah rasa yang sakit. Terima kasih mengajarkan ku rasa pahit atas ketidakpedulian orang lain. Terima kasih mendidik ku dengan keras hidup atas rasa tak berbalas.

Ya Allah...Maha pencipta dan pemberi qolbu terbaik untuk umat. Terima kasih memberikan hadiah terbaik dalam hidup dengan guratan tinta kehidupan yang membuat hamba menjadi lebih baik kedepannya. Terima kasih ya Allah..!!

H-2 Lebaran, H-1 B4 my Birthday
130618

Selasa, 29 Mei 2018

Tepian Kata Tak Berbatas #3

Sulit rasanya jari ini menjalin huruf per huruf untuk membuat sebuah kalimat makna. Apakah ini menyiratkan hatiku yang lagi tak berasa, hampa, dan kosong. Jika hidup diumpakan seperti kurva, aku berada dititik NOL.
Sikap yang ditunjukkan dia kepadaku menyiratkan diriku untuk pergi. Dan aku sedih hari ini. Aku menahan helaan nafasku yang tertekan gemuruh kecewa. Ternyata air mata ini tertahan untuk hari ini. Kekosongan itu karena kecewa yang tak terluapkan. Ku tegadah ke awan dan berkata dalam hening ku titipkan Ya Allah seseorang yang ku cintai, mahluk ciptaan mu yang ku tinggalkan.
Dia adalah sosok yang kuat. Dan sosok yang tangguh. Dikelilingi orang-orang baik.

Hai.. Beb.. I am sorry i can't be your ndut anymore. I just ordinary friend like other.
-290518-



Rabu, 18 April 2018

Tepian Kata Tak Berbatas #2

Hujan membasahi tiap helai daun hijau di taman itu. Kelopak mawar tertunduk seolah meresapi tiap butir hujan. Mungkin sang bunga di pot ini merasa iri melihat riang tanaman lain berhamburan butiran air sedangkan dia tidak. Mungkin itu rasa hatiku saat ini ketika melihatnya. Ada rasa bahagia besar mengetahui dia menemukan seseorang yang tepat untuk mendampinginya. Dari kejauhan ku perhatikan tiap gerak wajahnya. Fresh dan lebih indah ku lihat. Walau ada sesak duri menembus hati namun semua terpatahkan dengan senyum bahagia dan cerianya. Dulu aku tidak paham apa itu pengorbanan cinta, dan merasa itu hanya sebuah setingan watak aktor dalam tiap filem drama. Tidak..aku merasakan itu. Aku akan lebih senang alan bahagianya daripada aku harus merusak tawanya karena rasa ku kepadanya. Dan.. Aku bahagia.. Dan aku senang. Ingin aku memeluknya dan bilang i am happy for you. Tapi apa daya hanya ucapan do'a yang bisa ku sampaikan dari hatiku.
Hati bersabar.. Akan ada masanya kita merasakan Indah pada waktunya dengan seseorang yang tepat. Dia akan jadi sosok terakhir dari cinta non logika ku.
Untuk Hatiku yang Luka dalam Bahagia.

Sabtu, 17 Maret 2018

Tepian Kata Takberbatas #1

Dalam setiap haru tidak harus ada tetesan air mata. Lembayung beriak tak terpatahkan dalam riak asa. Ku coba ungkapkan imajinasi terbingkiskan oleh memori. Dekap hangat untuk mu, belaian tangan di kepala mu tanda aku menyayangimu. Tak kenal lelah siang dan malam ku berjaga untuk memastikan bahwa kamu tetap sehat untuk siap esok menyongsong esok hari. Namun malam ini ku hanya bisa mengecup keningmu dan menghaturkan do'a untuk keselamatanmu kepada sang khalik. Maafkan diriku tak bisa menggapai tangan mu ketika engkau terjatuh. Maafkan diriku yang tak bisa mendengarkan tiap kisah yang kamu rangkai hari ini, esok dan lusa. Aku berjuang untuk kita. Aku berjuang untuk.masa depan kita. Aku tahu
. Aku bukan wanita terbaik untuk mu. Aku tahu aku bukan teman terbaik dalam hari-hari mu. Tapi dalam tiap detik waktuku ada nama mu setiap jengkal hembusan nafas dalam do'a ku.

Anak-anak ku..
Mungkin saat ini kalian marah bahkan benci padaku. Mungkin saat ini kalian anggap aku hanya seorang wanita berstatus ibu kandung bagi kalian.
Maafkan aku.., ini bukan kehendak ku. Bukan juga salah kalian. Bukan salah yang Maha Kuasa. Biar aku yang menanggung semua. Aku ikhlas. Aku sabar. Dan aku harus kuat. Demi kalian dan masa depan kita.

With Love your Beloved Mama.
(For all Women in the World whose sacrificed to their childs)

Selasa, 02 Januari 2018

Cerita Hati

Ruang hampa itu terasa kembali seolah menyiratkan sebuah hati yang kosong. Lelah hati bertaruh dengan waktu. Berlomba dengan pikiran dan kalbu yang tertatih. Mereka memandang dalam sebuah kesimpulan yang tidak berlogika. Hati kembali menjerit ingin rasanya keluar dan mengatakan "DIAMMMM KALIANNN... AKU LELAH.., LELAH...!!!". Namun..apa daya hati hanya bisa menahan dari semua rasa. Ingin rasanya hati mengungkapkan rasa Cinta kepadamu sosok yang selalu dirindukan. Lagi..dan lagi hati hanya tertahan dengan guratan senyuman. Hati bersedih mendayu pilu dalam kehampaan. Hati terdiam dalam teriakan kalbu. Siapa yang mendengar..tidak seorangpun hanya Tuhan.. Ya.. Tuhan.

Hati kembali berteriak dengan lantang,menentang kehampaan. Tapi sia..sia bulir air mata mengalir sejalan dengan runtuhnya pondasi kuat hati. Hati kembali bangkit dengan secercah harapan jiwa yang membawakan tarian riang berirama. Jiwa mengajak hati berirama menari dalam suka ketika hati berduka. Jiwa yang berlogika tanpa pilu. Jiwa merangkul hati dengan hangat. Senyuman hati menyiratkan bahwa jiwa telah mengajarkan hati logika dalam setiap tapak langkah.

Hati bertanya.. Kenapa tidak ada guratan sedih pada jiwa. Sapaan hati membuat jiwa tertawa lepas dan hanya berkata "Hati..harus berlogika ketika jiwa sakit, hati sedih dan teriak lantang agar jiwa sehat. Saatnya sekarang jiwa merangkul hati dalam kehampaan karena jiwa sehat untuk genggam hati dan buat hati tersenyum.

Tiada lagi gurat pilu hati tatkala jiwa sehat berlogika.

02.01.18
Untuk Hati dan Jiwa

Selasa, 19 Desember 2017

Mama.. Cermin Ketegaranku

Disaat mentari masih setia menyinari bumi belahan lain, mama ku sudah terbangun untuk menjalankan tugasnya menjadi sosok ibu untuk keluarganya. Sebelum kumandang adzan mama ku sudah membersihkan seluruh sudut rumah sampai pekarangan. Ketika adzan berkumandang sebelum menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah, mama dengan tegas membangunkan kami semua. Mama ku sosok ibu terbaik yang tak akan pernah tergantikan bahkan jika ditukar dgn jiwa ini.
Sarapan pagi lengkap dengan teh dan susu hangat selalu tertata di meja makan. Mama memahami makanan dan minuman kesukaan kami semua. Mama ku seorang guru. Mama ku mengajarkan tanggung jawab dan kewajiban. Dimana mama harus melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu yang harus menemani dan melayani suami dan anak-anaknya disamping tanggung jawabnya sebagai pendidik untuk murid-muridnya. Setiap jam makan siang mama akan selalu menyempatkan diri untuk makan bersama papa dan tak lupa mengambilkan nasi untuk papa. Konsep sederhana yang papa dan mama terapkan dalam berumah tangga.
Mama...senyuman dan tiap tetes air mata yang sampai saat ini mengalir rasanya masih saja belum cukup untuk menjadi bilasan kesedihan menjadi kebahagiaan untuk mu mama. Tidak dapat terhitung dengan jariku berapa banyak cobaan yang mama lewati. Diawal kehancuran ekonomi keluarga kita sosok mu selalu tegar dihadapan kami, seakan menyiratkan bahwa kita baik-baik saja. Mama.. teringat ku akan pilu hati mu ketika kehilangan sosok Ibu dan juga nenek yang kami sayangi tanpa bisa melihat serta mengantar ke tempat istirahatnya yang terakhir. Tak cukup sampai disitu ma..ku teringat akan selimut gelap keluarga kita kehilangan kakak yang pertama kondisi sakit parah dengan ekonomi terpuruk. Oh.. Tuhan cukup..cukup..jangan lagi kuras air mata mama ku.. Cukup.. Cukup. Namun teriak hati ku tak berbalas kakak ku yang nomor dua menyusul keharibaan ilahi, setelah melewati beberapa tahun melawan sakitnya. Mama ku.. tidak setegar dan sekuat dulu, pikiran dan kesehatan tak sejalan akhirnya mama semakin dimakan usia dengan kondisi mulai bersahabat dengan obat. Mama.. Kuat ya.. Kita kuat kok..hanya itu yang bisa aku sampaikan walau sebenarnya hatiku teriak. Ketegaran kami teruji kembali kakak laki-laki ku lebih disayangi oleh sang khalik pergi meninggalkan kami dan anak serta istri yang sedang mengandung. Tuhan... Apa ini?? Kenapa Mama ku engkau coba seberat ini? Mama sudah kehilangan orang-orang yang sangat disayanginya. Mama semakin terpuruk kesehatannya kala hanya bisa menangisi makan puteranya tanpa melihat dan mengantarkan ke pembaringan terakhirnya.
Tuhan.. Kenapa Mama dan Papa ku engkau coba seberat ini?? Teriak ku dalam diam. Mama maafkan puteri mu ini..yang menorehkan kesedihan kembali ke hidup mu. Mama.. Maafkan anak mu ini yang tidak bisa mempertahankan keutuhan rumah tangga dan menjadi ibu terbaik untuk anak-anak ku. Tapi mama yakinlah mama mengajarkanku makna dari sebuah ketegaran. Mama.. Engkau adalah cermin ketegaran ku. Usia mu yang sudah lekang dimakan jaman harus tetap memikirkan kehidupanku.
Maafkan aku.. Ma.. Saat ini ingin rasanya ku seberangi pulau tempat ku berpijak untuk bertemu  dengan mu hanya untuk mengucapkan terima kasih ku dan ingin ku katakan bahwa Aku sangat mencintai dan merindukan mu.

Kamis, 16 November 2017

KAMU

Terjerat hati ini oleh kamu.. Ya Kamu.  Sosok yang menebarkan benih kecapan suka dalam hidupku.  Kamu berhasil merubahku dengan perhatian dan sayang tanpa pamrih yang Kamu berikan. Awal bertemu aku sudah ingin mengenal sosokmu. Buat ku Kamu spesial. Dan ketika obrolan kita semakin intens, semakin besar rasa cibta ini untuk mu.  Ingin ku dekap tubuh Kamu dan mengatakan "Aku Sayang Kamu", "Aku jatuh cinta Kepada Kamu..Ya Kamu.
Tapi itu hanya sebuah keinginan semu. Kamu milik orang lain yang "SAH"  dimata dunia dan agama. Dan rasa yang ku miliki untuk mu memang absurd dan tidak banyak orang  yang mau paham dan menerima mungkin termasuk juga Kamu.. Ya..Kamu.
Harapan ku Kamu mengetahui dalam diam jika aku jatuh cinta kepada Kamu.  Dan terus berpura-pura kalau Kamu tidak mengetahuinya sampai akhirnya Kamu pergi meninggalkan aku. 
Hai.. Kamu.. Ya Kamu "WP" pencuri hati ku  Aku mau bilang I LOVE YOU.
161117 for you "WP"