Selasa, 04 Juli 2017

Segenggam Rasa Untuk Asa

Wajah dan paras ayu dirinya membius asaku. Isaratkan hati menimbulkan rasa.Wahana asa yang mengenyampingkan logika. Inikah rasanya "Jatuh Cinta" atau dejavu belaka. Etalase hati berisi rasa suka. Kesempurnaan segenggam rasa untuk asa. Picisan yang tak lagi muda merenda sebuah rasa. Andai bisa aku bisikkan pada malam ini. Tentang rasa sayang dalam rajutan asa ini. Yang tak kuasa aku genggam dalam rasa ini. Absurb, aneh dan terpedaya oleh rasa ini. Salah dan angkara terkuak pada rasa. Imbalan tak setimpal dari sebuah tawa suka. Hidupkan asa dalam segenggam rasa tak bersuara.

Kamu AL

Aku kembali lagi mengenang mu AL ya..semua tentang mu.Perhatian mu, kasih sayang mu selalu buat ku terkenang akan dirimu AL.Rasa yang kamu minta dibuang dan dikubur, namun pelik rasa itu hadir AL.Ingat bulan April ulang tahun kamu, ingin rasanya kembali ke masa kebersamaan kita.
Aku dan kamu akan saling bercerita via telepon menunggu jam 00.00 WITA dan 00.00 WIB. Namun semua itu sirna akibat sikap dan ketidak jujuranku kepadamu. Impianku bisa bertatap langsung dengan mu hanya impian semu. Liku hati ku menunggu kesempatan dari mu AL. Andai bias bayang hadirmu nyata tak berdimensi. Naluri kasih dan cinta kita tak terajut kembali AL. Dalam hapusan asa aku pergi meninggalkanmu. AL sebuah nama terpatri dalam memori. 

Senin, 10 April 2017

MyLife MyChoice

Saya masih terniang akan sebuah lagu anak-anak yang dinyanyikan Agnez Mo dan Eza Yayang yang liriknya "Gantungkan cita-cita mu setinggi langit"  ketika sekolah semua harapan setiap siswa pasti ingin memiliki jalur pendidikan yang diminati kemudian melanjutkan kuliah dan bekerja. Realitanya tidak semua keinginan kita sesuai dengan kenyataan hidup yang kita terima.




Namaku Tina Lisa namun teman-temanku sering panggil aku Icha walau kadang banyak teman yang salah memangil namaku menjadi Tina Talisa :). Menjadi anak pertama dan seorang kakak menurutku bukan situasi yang mudah untuk di jalani. Pada waktu SMP aku tergabung disalah satu Grup Qasidah di desaku. Aku dan grup Qasidahku sering dipanggil untuk mengisi acara syukuran,khitanan, dan hari besar keagamaan. Aku mendapat penghasilan dari menyanyi Qasidah,walau tak besar namun cukup untuk jajan sehingga aku tidak perlu meminta kepada kedua orangtuaku. Aku masih ingat sebuah situasi yang sulit dimana aku harus pengorbankan cita-cita karena kondisi ekonomi orang tua setelah lulus SMA. Pada waktu sekolah aku termasuk murid berprestasi dalam bidang akademik. Disaat semua teman-teman mulai pembicarakan jurusan yang akan mereka ambil kuliah nanti, aku hanya bisa tersenyum dalam hati yang sedih karena aku tahu kondisi ekonomi keluargaku dan kedua orangtuaku tidak ingin memberikan harapan kepadaku. Aku yakin kedua orangtuaku sangat ingin memberikan pendidikan yang terbaik kepada kami anak-anaknya, hanya saja waktu itu krisis moneter terjadi di keluargaku sehingga aku sebagai anak tertua tidak ingin memaksakan kehendakku dan mengorbankan adik-adik ku. Pada waktu itu tekadku sudah bulat dan berkata kepada diriku :

"Aku akan melanjutkan pendidikanku dengan uang hasil kerjaku sendiri"

Aku hanya meminta kepada kedua orangtuaku untuk memberikan aku bekal keterampilan yang dapat aku pergunakan untuk melamar pekerjaan.Aku meminta kursus Komputer dan Bahasa Inggris di kota Padangsidempuan.Jarak tempat tinggalku ke kota Padangsidempuan sekitar satu jam perjalanan menggunakan transportasi umum. Banyak teman, guru dan sahabat yang menyayangkan kondisiku dan malah ada diantara mereka menduga bahwa aku akan segera dinikahkan. Saat itu semua omongan itu ku tepis dengan senyuman karena aku yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik buat ku. Lulus dari kursus yang ku ambil aku menjadi pengangguran selama 1 tahun. Dalam masa itu rasa sedih dan kecewa menghampiri hariku, namun semua kembali aku singkirkan ketika aku melihat ayah ku yang bekerja siang malam dan mamak ku yang juga mendukung ekonomi keluarga dengan menerima jahitan di rumah. Tuhan selalu punya cara dalam memberikan rezeky kepada hambanya. Di dekat tempat tinggal ku sudah lama ku dengar sebuah PMA (Perusahaan Modal Asing) bidang pertambangan mineral logam emas dan perak. Tidak mudah untuk mendapat pekerjaan di perusahaan tersebut. Sampai akhirnya ada sebuah lowongan posisi Resepsionist untuk project tambang emas Martabe. Dengan bekal kursus yang menurutku sejalan dengan posisi tersebut aku beranikan untuk mengirimkan surat lamaran ke perusahaan tersebut. Ada 5 kandidat dari beberapa kota termasuk Padangsidempuan, namun memang posisi itu belum menjadi rezeky ku.Aku gagal setelah mengikuti 5 kali tahapan test.

Kedua orangtuaku mengerti akan keinginanku bekerja, hingga suatu hari seorang kerabat masih keluarga ku menginformasikan kepada orangtuaku ada lowongan pekerjaan untuk mengantikan posisinya di perusahaan perkebunan sawit bertempat di Pekanbaru. Aku pun sangat senang dan menerima pekerjaan itu dan segera aku pergi ke sana. Setelah 1 minggu mencoba pekerjaan itu aku menyerah karena memang bidang pekerjaan itu tidak sesuai dengan keterampilan yang aku miliki. Karena aku berprinsip bahwa "aku harus bekerja dengan hati dan pikiran yang nyaman". Dan Tuhan benar-benar mendengar do'aku. Selang 2 minggu sekembalinya aku dari Pekanbaru, sebuah tawaran dari perusahaan emas itu datang kepadaku. Mereka masih memiliki Surat Lamaranku yang dulu dan memanggilku untuk ikut tes wawancara posisi Admin di Departemen baru yaitu Mining Department. Diantara 5 kandidat aku adalah kandidat paling muda. Setelah lulus semua tahapan test sampai pada test wawancara dengan Manager Mining Department yaitu Mr. Ted Fowles. Dengan bekal kursus bahasa inggris yang ku pelajari, aku bisa melewati tahap test dengan Mr. Ted Fowles dan aku dinyatakan lulus. Sampai saat ini aku masih ingin meneruskan pendidikan ku, namun aku belum menemukan Universitas yang bisa disesuaikan dengan hari kerjaku.

 Tahun 2010 adalah awal karirku di perusahaan pertambangan emas Martabe. Tidak mudah dalam menjalani pekerjaan yang berinteraksi  dengan dominasi kaum adam, khususnya Mining Department. Mungkin bisa dikatakan aku adalah wanita satu-satunya di Departement Mining pada waktu itu, karena memang kaum hawa yang bekerja masih bisa dihitung dengan jari. Apakah pekerjaan berjalan mulus?? tidak semudah yang aku bayangkan. Perusahaan ini masih dalam tahap pembangunan waktu itu banyak pro-kontra dengan masyarakat akan kehadiran perusahaan ini. Belum lagi cibiran dari orang di luar yang beranggapan negative karena bekerja dengan dominasi kaum adam dan banyaknya rumor yang berkembang bahwa para wanita yang bekerja di perusahaan itu menjadi kupu-kupu untuk para pekerja laki-laki. Tapi aku tetap teguh dan yakin aku akan berkembang jika terus bekerja disini.
Budha Laser-Pattaya
Avenue of Stars-Hongkong
Aceh Tsunami Museum
Dan Alhamdulillah perusahaan ini berkembang dan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian khususnya di daerahku. Semua tantangan, cibiran, dan omongan orang akan keputusan yang aku pilih perlahan sudah ku rasakan. Aku bisa membantu kedua orangtuaku dengan dukungan materi untuk sekolah adik-adik ku. Dan dari hasil bekerja selama 7 tahun aku menabung yang akhirnya bisa mewujudkan keinginanku travelling baik dalam negeri maupun ke luar negeri.  Cibiran, sindiran, dan omongan negative itu dapat ditepis dengan sebuah usaha dan kerja keras yang nyata. Mungkin saat ini masih banyak teman-teman ku yang lulus kuliah belum mendapat pekerjaan.



City of  Macau
Universal Studio-Singapore

Phi phi Island-Thailand







So..ladies hidup itu pilihan dan ketika kita sudah memilih kita harus meyakini karena pada saat kita memilih ada tangan Tuhan ikut mengaturnya.

-Tina Lisa-
written by F3_Borito.


Minggu, 29 Januari 2017

Maknai Penolakan

Kadang hati dan pikiran ini tidak dapat kompromi dengan sebuah penolakan.
Terkadang kita siap namun terkadang kita setengah hati dalam menerimanya.
Banyak asumsi pemikiran kita berkecamuk dengan segala cecar pertanyaan.
Ingin rasanya teriak agar hati ini lega menerima sebuah penolakan.
Namun suara hati tak terdengar hanya Allah SWT yang mendengar.


Jeritan sedih, luka dan amarah ini harus segera ku tetesi dengan obat sabar.
Terkadang penolakan ini menjadi hal terbaik buat mengelola diri kita.
Allah SWT tahu yang terbaik buat hamba-hambanya.
Allah SWT punya jalan dalam memberikan obat penawar untuk luka penolakan.
Akhirnya pelajaran yang baik dari Allah SWT adalah Sabar dan Tawakal.

Selasa, 17 Januari 2017

Deja vu

Pengertian Deja vu adalah suatu perasaan saat seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Banyak artikel mengupas mengenai Deja Vu dan mengkaitkan dengan suatu penyakit syaraf, dll.

Baru-baru ini aku kembali mengalami Deja vu pada suatu kehidupan asmara yang ku alami. Perasaan dan pemikiran ku akan cerita kemaren itu pernah terlintas dan aku hanya menduga lambat-laun hal tersebut akan terjadi. Dan benar Boom..terjadi..sikapnya yang aku khawatirkan selama ini akhirnya keluar juga. Terkadang aku bingung dengan diriku dan mungkin aku yang tidak mengerti akan dirinya. Komunikasi yang selama ini ku bangun menjadi serpihan runtuh dengan sekali jentikan saja..pufhhhhhh...seperti pyramid dari susunan kartu poker terbang dan berantakan.

Sedih...pasti..dan kecewa...karena mungkin baginya aku masih orang yang sama seperti 10 tahun lalu. Tidak dipungkiri bekas sakit hatinya masih tersisa. Apalagi dengan keadaan yang sekarang sangat berbeda jauh dengan yang dulu. Aku cuma bisa senyum aja dalam menyikapi semua ini toh..banyak omong pun nanti akan menajdi masalah baginya. Harapan aku semoga dia bahagia dengan pilihan dan langkah yang diambilnya. Dan untuk ku aku kembali merasakan Deja vu dan cuma bisa menghela nafas panjang dan berharap pikiran dan hati ini bisa sinkron kembali dan aku dapat menata kehidupan ku kembali.


Sebuah cerita dari peristiwa 17 01 17-12.09 pm.

Senin, 12 Desember 2016

12/12/16-12.38 pm

Telepon itu berakhir pada pukul 12.38 Wib tanggal 12/12/16
Riak wajahku menyimpulkan sebuah senyuman.
Ingin ku bisikkan kepada malam betapa beartinya malam ini.
Namun aku tahu ada tindakan yang akan kamu putuskan
Ocehan hatiku ini akan membuat sebuah jurang, dan aku tahu itu.
Radah semua tentangku,jika memang perlu kamu hapus silahkan.
Akhirnya kamu pergi,memblock semua akses, dan aku tahu itu.


Jawabanmu terhadap isi hatiku adalah Pergi..ya aku tahu itu.
Untuk semua keputusanmu aku sudah siap.
Waktu yang akan menjawab, dan aku tidak perlu teriak mencari.
Intuisi hanya itu yang akan mengembalikan kamu.
Telepon itu berakhir pukul 12.38 tanggal 12/12/16.
Akhirnya aku kembali dalam sunyi dan kesendirian.


-f3_bor!to- for TNJ

Selasa, 22 November 2016

Prasangka

Kadang kita manusia hanya bisa melihat sekilas tanpa tahu kebenarannya. Hal itu terjadi kepadaku ya...ternyata benar kata mamak ku, "Kalau ada makanan biasa aja ambilnya, nanti piker orang kita rakus" itu benar banget dan hal itu aku rasakan hari ini. Ada rekan kantor dating membawa makanan mungkin karena aku ambil jatah 2, trus dating lagi ke meja makanan tersebut teman aku piker aku mau ambil lagi...padahal jatah yang 1 lagi aku ambil buat kakak rekan kerjaku. Aku cuma nerimo ajalah..lagian Allah SWT tahu tanpa aku harus marah-marah dengan omongan temanku itu karena aku tahu watak dia itu masih polos, namun dia diberkahi rahmat oleh Allah SWT mendapatkan pekerjaan dan cepat memiliki suami. Tapi bagiku dia seperti adik jadi cara dia itu mengingatkan sama adek ku Rizky. Alhamdulillah ya..Allah ya Rahman terimakasih atas perubahan diri dan sikap hamba..terimakasih. :)