Senin, 30 Maret 2015

ALERGI OH ALERGI

Ketika sang cahaya meredup meradu bersembunyi untuk memberi kesempatan sang bulan untuk menyinarkan kidung malam. Dan disaat itulah gejala aneh menyelimuti seluruh badanku, di mulai dari bintik merah seperti bekas gigitan nyamuk yang kemudian mereka akan bergerombol memenuhi semua jengkal area badanku. Tak terelakkan ternyata mereka merupakan sekumpulan hasil dari imun tubuhku yang sangat teliti dengan menterjemahkan alergan menjadi sebuah ancaman buat tubuh. Whattttt the....???? but I am still be calm and wait until my face turn to Monster, dada terasa sesak dan merajalela bentol-bentol itu menjadi sebuah penebalan kulit yang sangat menyakitkan dan membuat gatal dan tidak nyaman.
 
 
Sekarang yang aku tahu semua makanan enak itu menyakitkan...!!!!!!! I want change my life style to Vegetarian... I Should..!!! pagi ini makan sepotong ayam goreng, tahu di tambah indomie rebus plus nasi menjadi sebuah kombinasi komplit untuk memanggil gerombolan bintik merah yang sudah meradang di leher, dada dan area belakangku. Well Done... Alergi Oh..Alergi....aku akan berusaha menyambutmu dan ku harap ini awal untuk menyehatkanku..!!
 
 
Terimakasih ya...Allah SWT semoga hal ini bias menjadi jalan buatku menjadi lebih sehat, lebih baik lagi ke depannya...Aminnnnnnnnnn..
 
 
15-03-31
 


Selasa, 17 Maret 2015

Kamis, 12 Maret 2015

SANG LEGENDA TUAN BARON ARARUNA
 
 
Sahaja dan senyuman tercermin dalam profilmu
 
Empati besar menyelimuti raga semangatmu
 
Pionir kecil yang membawa harapan besar
 
Tak terbantahkan engkau adalah sosok Legenda TUAN BARON ARARUNA
 
Air muka, postur tubuh, sampai gaya khas candamu terpatri dalam memori
 
Menapaki asa untuk wujud nyata sebuah mimpi
 
Tersirat dalam tiap guratan memori sosok sahajamu
 
Oasis Martabe tak terpisahkan dari sosokmu Pak Septamto
 
          
           Sukar rasa hati berdamai dengan kenyataan
           Lebih dari 18 tahun sebuah dedikasi dalam wujud kebanggaan
           Kami semua adalah wujud nyata hasil sebuah pionir kecilmu
           Kita merasakan tangan yang saling menggenggam
           Tanpa tahu siapa yang menggenggam siapa
           Keduanya saling menjabat erat dan mengayun
           Mengikuti nafas langkah kaki hingga kita sama-sama lupa
           Rasanya berjalan tanpa bersama lagi
 
                          Manusia tak pernah berhenti berjalan, kadang berlari atau bergerak sangat pelan
                          Waktu berlalu tak pernah membeku, mengejar manusia pada jalan lurus berliku
 
                          Selamat berpisah TUAN BARON ARARUNA........
                              Selamat berpisah Pak Septamto, namamu tergurat dalam sanubari.....
 
 
12/03/15                                                                                         by f3_boR!tO