Sabtu, 04 April 2015

KETIKA PENGKHIANATAN ITU TERUNGKAP

Kemaren teringatku pada sebuah kisah Sinetron "Catatan Harian Seorang Istri" di sinteron tersebut mengisahkan bagaimana perasaaan seorang istri yang di khianati suami dengan melakukan perselingkuhan. Aku berpikir dan bertanya rasanya lukisan hati seorang Hanna dalam sinetron tersebut hanya tuangan sebuah novel menjadi sebuah cerita bergerak yang di perankan oleh seorang seniman. Tapi kenyataannya aku mengerti sekarang kalau kata Cita-citata "Sakitnya Tuh..Disini" sambil nunjuk dada aku mengerti karena aku mengalami???Bukan..bukan...aku masih single hanya aku punya tetangga kontrakan yang sudah berumah tangga dan di karuniai 2 anak yang cantik dan ganteng.

Entah gimana awalnya namun aku mendengar suara parau seorang wanita yang berbicara dengan menahan isak tangisnya, sesaat itu aku keluar dan mendapati tetanggaku sedang menyapu sambil berbicara dalam tangisnya. Aku manusia social ketika tetangga mengalami kesedihan ada rasa iba dan ingin memberikan sedikit empati, sekita itu tidak langsung ku sapa ku diamkan sejenak dengan berbekal sebungkus gorengan ku coba bertandang ke rumahnya seperti biasa yang kami lakukan jika pulang kerja, sekedar becanda dan saling menghibur dalam keadaan jauh dari keluarga. Kemudian saya memanggil kakak itu keluar untuk menikmati gorengan bersama-sama, sedikit lama dengan alas an masih memakai baju. Ketika kakak itu datang terlihat rona wajah murung dan mata sembab akibat menangis, aku masih tidak berani bertanya karena masih ada anaknya. Seketika hening suasana hanya suara acara parodi OVJ Mengenang Alm.Olga Saputra yang menemani, ku kumpulkan keberanian untuk bertanya dan akhirnya kata-kata itu keluar juga dari bibirku : "Kakak tadi Kenapa??" itulah pertanyaan yang dalam sadar ku lontarkan. Hanya pandangan nanar dan gelengan kepala yang diberikan sebagai sebuah ungkapan jawaban. Kemudian aku kembali berkata "Ngak sengaja tadi aku dengar kakak seperti nangis waktu nyapu di luar" tanya ku, kemudian dia menyulut sebatang rokok yang memang rokok merupakan teman kesehariannya. Sambil menghembuskan asap rokok dengan pandangan lewat mata sembab itu dia mulai berbicara " Kalau kondisinya pacaran..ketika pacar kita menerima sms dari cewek lain kita bisa merasa sakit, apalagi berumah tangga "Sakitnya itu Disini..!!" serunya pelan dengan nada parau bergetar.

"Apa..!!!emang kakak tau dari mana???" tanya ku
"Aku baca kata2 saying dari seorang perempuan yang katanya ingin meminta pekerjaan dengan abangmu, tapi ketika di klarifikasi abangmu bilang itu ngak ada, tapi handphonenya dan handphone ku di sita, dan untuk aku tanyakan langsung dengan perempuan itu dia bilang tidak usah karena itu semua tidak ada" jawabnya . Begitulah kisah singkat dari pengkhianatan itu cuma yang masih belum masuk ke dalam otak ku sampai saat ini "Sapa yang memulai????", "Kenapa ketika semua itu terungkap pihak wanita sebagai sasaran empuk dijadikan sebuah terdakwa????" What the fuck is going on???". Mereka kaum adam hanya memberikan angin kenyamanan kala seorang wanita tenggelam dalam kesendirian, mereka kaum adam hanya memberikan sebuah bentuk perhatian ketika seorang wanita tenggelam dalam rutinitas yang dia baru sadar perlu adanya perhatian, dan mereka kaum adam mencari sebuah kenyamanan dan perhatian baru ketika mereka tenggelam dalam sebuah dilema kesendirian dalam membina rumah tangga.

Namun disisi lain pertanyaan aneh muncul dalam benakku " Kenapa ceweknya jadi tidak berpikir secara logika dan rasional??", mau menjalin hubungan dengan seorang lelaki sudah menikah dan memiliki anak???. Aku pernah punya seorang teman lelaki sewaktu ketika dia bercerita kalau dia tidak bahagia dengan pernikahannya, alasannya banyak istriku begini..,istriku begini..bla...bla..bla....Haloooo Man..what you think that merried just only for you??NO its about relationship and commitment. Kalaulah mereka mengatakan tidak bahagia??kenapa memilih wanita tersebut menjadi pendamping????Kenapa bisa punya anak??? Kan sama aja..ngak bahagia namun tubuh istrinya di pakai juga..!!!. Dan ketika pertanyaan itu aku tanyakan kepada temanku tersebut jwabannya simple "Kan dia sudah jadi istri ya harus melayani suami...!! See..how so selfish you Man...!!!. Jika mereka memaknai sebuah pernikahan dengan landasan semata-mata ingin beribadah kepada Allah SWT mungkin tidak ada kata-kata seperti itu keluar dari mulutnya, karena ketika kita mengkhianati sama aja dia mengkhianati ibadahnya.

Berikut kutipan dari http://lihatcoy.blogspot.com/2013/12/selingkuh-menurut-pandangan-islam.html

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Raahimahullahu Ta’ala berkata:

“Jika istri berzina, maka suami tidak boleh tetap mempertahankannya dalam kondisi ini. Kalau tidak, ia menjadi dayyuuts (suami yang membiarkan maksiat terjadi di dalam rumah)”.

Dalam hadits tersebut dapat di ambil kesimpulan yaitu seorang isteri atau suami yang melakukan perselingkuhan dalam sebuah rumah tangga maka dia sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan. Untuk itu jauhilah segala macam bentuk perbuatan yang dapat menyebabkan seseorang melakukan selingkuh. Dan jalan satu-satunya yang merupakan jalan terbaik untuk mengatasi selingkuh menurut islam adalah dengan perceraian, karena apabila seseorang yang diselingkuhi bersikap tawakal atas perbuatan tidak patut yang dilakukan pasangannya tersebt maka Allah SWT akan menggantikannya dengan orang yang lebih dari dia. Sebenarnya perselingkuhan dapat terjadi melalui apa saja, bisa melalui sosial media (facebook, twitter atau yang lainnya), SMS, telepon, chating di dunia maya. Pada intinya suatu hubungan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan secara intensif lah yang dapat membuat seseorang melakukan perselingkuhan. Tempat kerja merupakan salah satu tempat yang disebut-sebut sebagai salah satu tempat yang memberikan peluang besar seseorang untuk melakukan perselingkuhan.
 
 
Dan parahnya lagi ketika istri tidak bisa menerima pengkhianatan tersebut dia akan depresi sehingga menimbulkan sebuah pemikiran dangkal oohh...Ya..Allah..berikan kekuatan kepada tetangga hamba. Sebuah pelajaran berharga kepada hamba memahami sebuah peristiwa kehidupan.
 
04/04/15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar