Selasa, 11 Oktober 2016

My Body My Identity#MyBodyMyPride

Kenalkan nama lengkapku Fitri Rahmadani Ritonga a.k.a Fitri Borito waktu aku masih di bangku SMP aku dijuluki si "Jacklyn" and "Cynthia Rock Rock" jika ladies angkatan 80an pasti ngak asing dengan nama-nama tersebut. Dari SD sampai SMA aku sudah aktif dalam setiap ekskul mulai dari Pramuka, Paskibra Sekolah, Basket, Sepak Bola sampai klub Atletik di sekolah, dan waktu SMP aku sempat ikut bela diri pencak silat "Perguruan Walet Putih" sampai sabuk Biru. Dan para ladies tentunya tahu bagaimana proporsionalnya tubuhku waktu jaman itu. Jaman dimana aku mempersiapkan semua hal itu untuk mendukung cita-citaku menjadi seorang "POLWAN" yang akhirnya hal itu harus pupus karena mataku sudah minus dan silindris dan aku mengetahui hal tersebut ketika aku duduk di bangku kelas 1 SMA caturwulan 2 (keliatan banget anak 80an nya yaks.. ). Dulu belum trend kata-kata Galau trend waktu jaman 80an jika kita lagi galau adalah kata Stress, hal tersebut melanda jiwa ketika harus memakai kacamata untuk pertama kalinya dan mengubur cita-cita itu dalam-dalam. Dan ladies perlu ketahui dari SD aku sudah menjadi murid famous diantara teman-teman sekolah bukan hanya karena aktif dalam organisasi sekolah namun juga dari segi akademis juga mendukung. Punya karakter yang mudah senyum dan easy going (itu kata temen-temen ku ya ladies..hi..hi.) sehingga aku mudah berbaur dengan teman-teman dan dikenal oleh guru-guru sekolah.

So..ladies pasti akan menebak kalau saya membesar seperti sekarang karena Stress..nope its not true ketika SMA aku masih membentuk tubuhku agar tetap proporsional, sampai akhirnya aku lulus dan ikut ujian UMPTN Alhamdulillah lulus dan ladies tahu jurusan yang aku ambil adalah Manajemen Kehutanan di Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahir dan besar di Kisaran-Sumatera Utara harus menantang diri menjejakkan kaki di perantauan demi meraih pendidikan yang ku pilih. Jaman itu harga pesawat masih mahal sehingga kedua orang tuaku tidak dapat mengantarku namun almarhum ayahku berkata " Nang..kamu itu ibarat batang ubi kayu dimana pun kamu dilemparkan kamu akan tumbuh" kata-kata itu yang membuat hatiku besar ladies dan berani berangkat ke Pontianak sendirian. Singkat cerita Pontianak bagiku adalah tempat memuaskan hasrat kuliner yang selama ini aku jaga, bicara Pontianak pasti inget kuliner sea foodnya, bubur pedas, nasi kuning, sotong pangkong, chakue, kembang tahu, aduh jadi ngak bisa nahan air liur he..he... Aku tinggal di rumah adik ibuku yang badannya juga super besar mungkin karena mereka badanku menjadi besar, namun karena mereka juga aku bisa merasakan nikmatnya makanan di Pontianak. Selama 5 tahun aku tinggal disana berawal dengan ukuran celana 30 menjadi 36, berat badan 50 kg menjadi 80 kg. Happy..ya awalnya aku happy dengan semuanya sampai akhirnya mulai terasa bullying dari teman-teman yang mereka bilang sih candaan, misalnya bilang badan aku semakin besar kayak Gajah, Beruang Madu, Kuda Nil, sampai ke Gorila. Awalnya aku ikutin candaan mereka sambil menimpali dengan ikut membully diriku yang buat tawa itu semakin riuh. Namun ada hal yang menjengkelkan tersebut membuat hatiku semakin menerima kondisiku dan caraku membalas semua cemooh itu dengan prestasi dan kemampuan yang aku miliki. Dengan begitu ketika mereka mencemooh badanku pasti ada teman yang akan membela dengan lebih menunjukkan prestasiku ketimbang meributkan kondisi badanku yang semakin melebar. Dan tubuh besar ini menunjukkan identitasku di Pontianak aku dipanggil Butet karena aku dari Medan kata mereka, walaupun tubuhku besar tapi tetap terlihat tegap dan lincah itu kata mereka juga, sehingga semua itu membuatku menjadi sosok yang mudah dikenal di lingkungan kampus. Kuliah semester 3 aku diangkat menjadi Sekretaris di organisasi mahasiswa jurusan, semester 6 aku menjadi Ketua organisasi mahasiswa jurusan, dan juga ketua organisasi seni, dan menjadi Wakil Ketua mahasiswa angkatanku MAGENTA 03.  So..ladies ketika dosen atau mahasiswa atau junior di kampus bertanya kenal Butet??tidak ada yang tidak tahu pastinya.


Alhamdulillah ladies..bentuk tubuhku tidak menyulitkan diriku untuk mendapatkan pekerjaan ketika aku masih dalam tahap penyelesaian skripsiku aku di hire oleh seorang konsultan pak Yudi namanya. Bertemu dengan beliau diawali dengan sebuah kecelakaan, mobilnyamenabrak motorku sehingga temanku dan aku harus menginap di RS 2 hari. Seperti cerita sinetron aku rasa, pak Yudi memberikan aku pekerjaan sebagai staf admin di kantornya, memang waktu itu kantornya masih kecil kami yang bekerja juga masih 2 orang namun aku bangga karena beliau sekarang menjadi salah satu konsultan lingkungan yang besar di Pontianak yang mempekerjakanku bukan karena fisik ku tetapi karena kemampuanku. Aku bekerja dengan beliau tidak terlalu lama karena aku harus pulang demi keluargaku, adikku sakit waktu itu dan harus ada yang membantu ibuku menjaganya.  Mengganggur hampir 1 tahun akhirnya aku mendapat pekerjaan dibidang perbankkan lagi-lagi fisik bukan menjadi penghalang. Dulu aku berfikir orang yang kerja di bank itu orangnya harus langsing dan cantik namun ladies belive in your self  Tuhan itu sangat adil dan membuka mata kita ketika kita menghargai diri kita dengan bersyukur apa yang kamu dapat Tuhan akan tambah nikmatnya.


Masuk dalam dunia kerja membuat aku kalap mata dengan makanan sehingga beratku menjadi 90kg, dan jangan tanya berapa banyak cemooh, ejekan, candaan yang mengarah ke fisik. Lepas dari perbankkan aku bekerja di perusahaan asing yang bergerak dalam bidang mining namun kali ini aku kembali bekerja di bidang lingkungan yang memang aku suka. Awalnya banyak rekan kerja yang meremehkan ku dengan mengejekku ketika ada pekerjaan yang mengharuskan kami naik atau turun di lingkungan kerja yang terjal dan menanjak. Sedih, kecewa, dan menyalahkan diri sendiri kenapa aku harus gendut, kenapa aku besar???Kenapa??Kenapa???. Namun semua pertanyaan itu lenyap jika aku sudah berhadapan dengan sepiring nasi padang atau sate ayam atau semangkuk mie instan. Kalau aku sebutkan semua cemoohan, candaan, bullyan mereka tentang fisikku mungkin tidak akan habis-habisnya, apalagi ketika ada acara makan-makan sudahlah siapkan hati besar-besar untuk candaan dan cemoohan mereka. Ketika cemoohan, candaan mengenai badanku yang besar ini dikaitkan dengan jodohku yang tak kunjung datang, sedih dan ingin rasanya lenyap ketika hal itu keluar dari mulut-mulut mereka. Jika ada ladies yang punya problem yang sama dengan ku tetap kuat dan percaya bahwa Tuhan itu punya rencana indah buat kita. Semangat dari sahabat dan keluarga yang selalu membuatku tegar dalam hadapai candaan, cemoohan, dan bully mereka. Namun ladies semua itu jangan buat kita semakin terpuruk mari kita tunjukkan ke mereka semua kita punya potensi, punya kemampuan, punya personiliti yang baik. Dan lagi-lagi aku menunjukkan kepada mereka bahwa tubuh besarku tidak menghalangi aktifitasku malah membuatku mudah dikenal. Banyak ikut dalam lomba yang diadakan perusahaan baik tim dan personal dan Alhamdulillah kita sering memenangkan lomba-lomba tersebut walau hanya antar karyawan, namun bagiku hal tersebut sudah bisa menunjukkan kepada mereka bahwa aku punya kretifitas yang mungkin tidak banyak wanita yang memilikinya. Dan satu hal lagi ladies aku selalu menyebut diriku Spesial karena semua orang gendut itu punya karateristik masing-masing dan kebanyakan kami-kami ini humble dan mudah bergaul.


So..ladies aku bangga dengan tubuhku sekarang karena tubuhku adalah identitasku ketika orang bertanya namaku mereka akan menambahkan bentuk tubuhku dalam identitasku. Buat ladies yang punya tubuh gendut, besar, tambun, apalah itu kata mereka mari sama-sama kita angkat kepala kita tunjukkan senyuman bahagia kita adalah orang-orang besar dengan kemampuan yang besar dan juga hati yang besar walau di luar sana banyak orang yang mencibir, mencemooh, dan mentertawai kita ingat bahwa Tuhan  selalu punya tempat yang besar untuk kita. -f3.borito for Vemale.com-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar