Senin, 10 April 2017

MyLife MyChoice

Saya masih terniang akan sebuah lagu anak-anak yang dinyanyikan Agnez Mo dan Eza Yayang yang liriknya "Gantungkan cita-cita mu setinggi langit"  ketika sekolah semua harapan setiap siswa pasti ingin memiliki jalur pendidikan yang diminati kemudian melanjutkan kuliah dan bekerja. Realitanya tidak semua keinginan kita sesuai dengan kenyataan hidup yang kita terima.




Namaku Tina Lisa namun teman-temanku sering panggil aku Icha walau kadang banyak teman yang salah memangil namaku menjadi Tina Talisa :). Menjadi anak pertama dan seorang kakak menurutku bukan situasi yang mudah untuk di jalani. Pada waktu SMP aku tergabung disalah satu Grup Qasidah di desaku. Aku dan grup Qasidahku sering dipanggil untuk mengisi acara syukuran,khitanan, dan hari besar keagamaan. Aku mendapat penghasilan dari menyanyi Qasidah,walau tak besar namun cukup untuk jajan sehingga aku tidak perlu meminta kepada kedua orangtuaku. Aku masih ingat sebuah situasi yang sulit dimana aku harus pengorbankan cita-cita karena kondisi ekonomi orang tua setelah lulus SMA. Pada waktu sekolah aku termasuk murid berprestasi dalam bidang akademik. Disaat semua teman-teman mulai pembicarakan jurusan yang akan mereka ambil kuliah nanti, aku hanya bisa tersenyum dalam hati yang sedih karena aku tahu kondisi ekonomi keluargaku dan kedua orangtuaku tidak ingin memberikan harapan kepadaku. Aku yakin kedua orangtuaku sangat ingin memberikan pendidikan yang terbaik kepada kami anak-anaknya, hanya saja waktu itu krisis moneter terjadi di keluargaku sehingga aku sebagai anak tertua tidak ingin memaksakan kehendakku dan mengorbankan adik-adik ku. Pada waktu itu tekadku sudah bulat dan berkata kepada diriku :

"Aku akan melanjutkan pendidikanku dengan uang hasil kerjaku sendiri"

Aku hanya meminta kepada kedua orangtuaku untuk memberikan aku bekal keterampilan yang dapat aku pergunakan untuk melamar pekerjaan.Aku meminta kursus Komputer dan Bahasa Inggris di kota Padangsidempuan.Jarak tempat tinggalku ke kota Padangsidempuan sekitar satu jam perjalanan menggunakan transportasi umum. Banyak teman, guru dan sahabat yang menyayangkan kondisiku dan malah ada diantara mereka menduga bahwa aku akan segera dinikahkan. Saat itu semua omongan itu ku tepis dengan senyuman karena aku yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik buat ku. Lulus dari kursus yang ku ambil aku menjadi pengangguran selama 1 tahun. Dalam masa itu rasa sedih dan kecewa menghampiri hariku, namun semua kembali aku singkirkan ketika aku melihat ayah ku yang bekerja siang malam dan mamak ku yang juga mendukung ekonomi keluarga dengan menerima jahitan di rumah. Tuhan selalu punya cara dalam memberikan rezeky kepada hambanya. Di dekat tempat tinggal ku sudah lama ku dengar sebuah PMA (Perusahaan Modal Asing) bidang pertambangan mineral logam emas dan perak. Tidak mudah untuk mendapat pekerjaan di perusahaan tersebut. Sampai akhirnya ada sebuah lowongan posisi Resepsionist untuk project tambang emas Martabe. Dengan bekal kursus yang menurutku sejalan dengan posisi tersebut aku beranikan untuk mengirimkan surat lamaran ke perusahaan tersebut. Ada 5 kandidat dari beberapa kota termasuk Padangsidempuan, namun memang posisi itu belum menjadi rezeky ku.Aku gagal setelah mengikuti 5 kali tahapan test.

Kedua orangtuaku mengerti akan keinginanku bekerja, hingga suatu hari seorang kerabat masih keluarga ku menginformasikan kepada orangtuaku ada lowongan pekerjaan untuk mengantikan posisinya di perusahaan perkebunan sawit bertempat di Pekanbaru. Aku pun sangat senang dan menerima pekerjaan itu dan segera aku pergi ke sana. Setelah 1 minggu mencoba pekerjaan itu aku menyerah karena memang bidang pekerjaan itu tidak sesuai dengan keterampilan yang aku miliki. Karena aku berprinsip bahwa "aku harus bekerja dengan hati dan pikiran yang nyaman". Dan Tuhan benar-benar mendengar do'aku. Selang 2 minggu sekembalinya aku dari Pekanbaru, sebuah tawaran dari perusahaan emas itu datang kepadaku. Mereka masih memiliki Surat Lamaranku yang dulu dan memanggilku untuk ikut tes wawancara posisi Admin di Departemen baru yaitu Mining Department. Diantara 5 kandidat aku adalah kandidat paling muda. Setelah lulus semua tahapan test sampai pada test wawancara dengan Manager Mining Department yaitu Mr. Ted Fowles. Dengan bekal kursus bahasa inggris yang ku pelajari, aku bisa melewati tahap test dengan Mr. Ted Fowles dan aku dinyatakan lulus. Sampai saat ini aku masih ingin meneruskan pendidikan ku, namun aku belum menemukan Universitas yang bisa disesuaikan dengan hari kerjaku.

 Tahun 2010 adalah awal karirku di perusahaan pertambangan emas Martabe. Tidak mudah dalam menjalani pekerjaan yang berinteraksi  dengan dominasi kaum adam, khususnya Mining Department. Mungkin bisa dikatakan aku adalah wanita satu-satunya di Departement Mining pada waktu itu, karena memang kaum hawa yang bekerja masih bisa dihitung dengan jari. Apakah pekerjaan berjalan mulus?? tidak semudah yang aku bayangkan. Perusahaan ini masih dalam tahap pembangunan waktu itu banyak pro-kontra dengan masyarakat akan kehadiran perusahaan ini. Belum lagi cibiran dari orang di luar yang beranggapan negative karena bekerja dengan dominasi kaum adam dan banyaknya rumor yang berkembang bahwa para wanita yang bekerja di perusahaan itu menjadi kupu-kupu untuk para pekerja laki-laki. Tapi aku tetap teguh dan yakin aku akan berkembang jika terus bekerja disini.
Budha Laser-Pattaya
Avenue of Stars-Hongkong
Aceh Tsunami Museum
Dan Alhamdulillah perusahaan ini berkembang dan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian khususnya di daerahku. Semua tantangan, cibiran, dan omongan orang akan keputusan yang aku pilih perlahan sudah ku rasakan. Aku bisa membantu kedua orangtuaku dengan dukungan materi untuk sekolah adik-adik ku. Dan dari hasil bekerja selama 7 tahun aku menabung yang akhirnya bisa mewujudkan keinginanku travelling baik dalam negeri maupun ke luar negeri.  Cibiran, sindiran, dan omongan negative itu dapat ditepis dengan sebuah usaha dan kerja keras yang nyata. Mungkin saat ini masih banyak teman-teman ku yang lulus kuliah belum mendapat pekerjaan.



City of  Macau
Universal Studio-Singapore

Phi phi Island-Thailand







So..ladies hidup itu pilihan dan ketika kita sudah memilih kita harus meyakini karena pada saat kita memilih ada tangan Tuhan ikut mengaturnya.

-Tina Lisa-
written by F3_Borito.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar